Ramai di Medsos, Toko Kue Ini Enggan Bikin Ucapan Selamat Natal Malah dianggap Radikal

-




Larangan umat muslim mengucapkan selamat Natal rasa-rasanya sudah bukan menjadi hal yang baru dan hingga kini masih menjadi perdebatan di sejumlah kalangan. Bahkan, aturan ini pun sampai diterapkan oleh sebuah toko kue di Makassar.

Toko kue yang menamakan dirinya Chocolicious ini mendadak viral di media sosial. Alasannya cukup sederhana, toko kue ini menolak untuk menuliskan ucapan selamat Natal di atas kue buatannya.
Viral ini salah satunya diunggah oleh akun Twitter @P3nj3l4j4h. Dalam cuitannya, akun Twitter tersebut mengungkapkan kekesalannya karena masih saja terjadi hal seperti ini, bahkan untuk kue Natal sekalipun.

Tak lupa ia memosting foto yang menampilkan potongan gambar (screenshot) percakapan antara pelanggan dengan toko kue Chocolicious. Di situ terlihat seseorang bernama Lanny Serestyen-Fransiska yang ingin memesan kue untuk merayakan Natal.

Sebagai pemanis, Lanny pun meminta toko kue untuk menuliskan 'Selamat hari natal keluargaku'. Namun, apa yang terjadi adalah toko kue tersebut menolak untuk menuliskan ucapan natal

"Hari ini kue pun sudah mulai di radikal," tulis Lanny dalam postingan Facebook-nya.

Penjelasan toko kue.Penjelasan toko kue. Foto: is

Tak ingin masalah berlarut, pihak Chocolicious pun memberikan klarifikasi lewat Instagram. Menurutnya pihaknya belum bisa memberikan atau menyediakan tulisan ucapan selamat natal dan semisalnya.

Bukannya mereka tidak ingin menghargai agama lain, tapi alasannya tak lain karena mereka harus menjalankan prinsip agama mereka. Dari pantauan detikINET, Minggu (24/12/2017), penjelasan Chocolicious sudah dikomentarai lebih dari 2.000 komentar.

Rental komputer yang enggan ketik Selamat Natal.Rental komputer yang enggan ketik Selamat Natal. Foto: is

Kejadian seperti ini ternyata bukan lah yang pertama. Akun Facebook Lexyyoltuwu juga membagikan pengalaman serupa di sebuah rental komputer.

Menurutnya kala itu ia ingin mengetik sebuah Undangan Natal. Namun pemilik rental menolaknya dengan alasan mereka tidak menerima pengetikan berbau agama. Namun, lain halnya dengan agama mayoritas (Islam), yang mereka diperkenankan untuk mengetik.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Dreamteknopedia. Diberdayakan oleh Blogger.