Dari Ahok hingga Djarot Lahan untuk MRT tak Bisa Dibebaskan, Ketika Anies-Sandi Warga Ikhlaskan

-

Salah satu warga ikhlas membebaskan lahannya untuk proyek pembangunan Mass Rapit Transit (MRT) fase satu jalur Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia di kawasan Jalan Fatmawati. Jumat (20/10).
Warga tersebut bernama  Mahes pemilik Toko Karpet Serba Indah, di kawasan Haji Nawi.
Lahan Mahes  merupakan satu dari empat lokasi yang bermasalah dan belum mau membebaskan lahan miliknya.
Namun, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berhasil membujuk Mahes untuk membebaskan lahannya demi kepentingan orang banyak. Keduanya terlihat sempat berdialog beberapa menit.
Selepas itu, Mahes putuskan untuk membebaskan lahannya hari itu juga, dengan secara simbolis merobohkan pagar toko miliknya bersama Anies Baswedan. salah satu penghambat proyek tersebut adalah soal pembebasan lahan.
“Karena itu, kami instruksikan kepada wali kota, supaya dieksekusi bebaskan lahan ini pastikan project ini tak berhenti,” jelas Anies Baswedan di lokasi.
Anies mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memutuskan status pembebasan lahan.
Dia menilai, MRT merupakan kepentingan nasional. Menurutnya, akan ada 173 ribu orang yang akan menggunakan MRT ini.
“Ini untuk kepentingan publik bukan untuk kepentingan satu atau dua orang saja. 173 ribu orang akan lewat setiap hari dan kami tinggal memastikan Maret 2018 sesuai dengan perencanaan bisa jalan,” pungkas dia. 
Berikut videonya : 
Meninjau proyek MRT di Fatmawati yg mengalami kendala pembebasan lahan. Ada sebuah rumah berukuran 76 meter persegi yang sudah bertahun-tahun tidak diizinkan untuk dipakai. . Sempat berdialog dengan dengan pemiliknya, Pak Mahesh dan sampaikan bahwa ini untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan kelompok, individu dan bisnis. . "Pak Mahesh, yang akan lewat kawasan ini 173 ribu orang per hari, kalau bapak izinkan jutaan orang akan lewat sini. Cucu bapak akan bangga kalau diizinkan tempat ini, cucu bapak juga tidak akan lupa". . Syukurlah, akhirnya diperbolehkan oleh Pak Mahesh. Harga tanahnya tidak dibicarakan dulu yang penting bisa dilanjutkan pengerjaan proyeknya di sekitar rumahnya. Pak Mahesh langsung mengambil godam dan mengajak memukulkannya bersama di pagar tembok rumahnya, sebagai tanda boleh melanjutan proyek MRT di lahan miliknya. . Terima kasih Pak Mahesh! :)
A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

Sumber : (jpn/fajar)
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Dreamteknopedia. Diberdayakan oleh Blogger.