Ini Efek Buruk Sangat Fatal Tidur Setelah Sahur

-


Sahur adalah kegiatan rutin yang pasti dilakukan selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Kegiatan menyantap makanan pada dini hari ini, dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh agar dapat menjalankan puasa dengan lancar. Tetapi, kegiatan sahur pastinya akan mengubah jam tidur normal harian Anda. Sehingga tidak sedikit orang yang kembali tertidur selepas makan sahur. Padahal kegiatan tersebut dapat memberikan efek buruk bagi kesehatan. Sehingga hal tersebut sangat tidak dianjurkan dan sebaiknya dihindari.

Tidur setelah makan dapat menyebabkan beberapa gangguan, di antaranya adalah gangguan pencernaan dan rasa terbakar di dada. Rasa terbakar di dada dapat terjadi akibat naiknya asam lambung. Pada saat makan, asam lambung akan lebih banyak diproduksi untuk mencerna makanan. Tapi dalam posisi berbaring, asam lambung yang telah diproduksi dalam jumlah banyak dapat "mengalir" (refluks) ke saluran cerna yang terletak lebih atas (di dada). Rasa terbakar di dada akibat refluks cairan lambung bahkan dapat menyebabkan gejala yang serupa seperti serangan jantung.

Normalnya isi lambung Anda akan kembali kosong sekitar dua jam setelah makan, tetapi kalau posisi tubuh berada pada posisi berbaring, maka proses pengosongan lambung akan terhambat. Hal ini yang nantinya akan mengakibatkan timbulnya gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit tergantung bahan makanan yang Anda konsumsi.

Untuk itu sangat dianjurkan bagi Anda mengakhiri waktu sahur. Hal tersebut dimaksudkan agar Anda tidak kembali tertidur selepas makan sahur. Jika memang Anda ingin tidur kembali, usahakan minimal 2 jam setelah makan sahur. Agar Anda terbebas dari masalah pencernaan saat menjalankan ibadah puasa sepanjang hari. Selain itu, beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa tidur selepas makan dapat meningkatkan risiko stroke. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindarilah kebiasaan tidur setelah makan.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Dreamteknopedia. Diberdayakan oleh Blogger.