Duterte Dikecam PBB karna bunuh ribuan pengedar narkoba, Kenapa PBB Diam Dengan Pembantaian Muslim ?

-
Seribu lebih orang dibunuh di Filipina dalam waktu tiga bulan belakangan karena diduga merupakan pengedar narkoba.
Agnes Callamard -pelapor khusus dalam urusan eksekusi- mengatakan seruan Presiden Duterte untuk membunuh tanpa jalur hukum para tersangka pengedar narkoba sebagai hal yang tidak bertanggung jawab secara esktrim dan tergolong kriminal.
"Pengarahan seperti ini tidak bertanggung jawab secara ekstrim serta termasuk menghasut kekerasan dan pembunuhan, yang merupakan kejahatan berdasarkan hukum internasional," seperti tertulis dalam pernyataan Callamard.
Pernyataan ini muncul sehari setelah Duterte -yang meraih kemenangan telak dalam pemilihan presiden pada bulan Mei- menyebut PBB 'bodoh' dan bertekad untuk melanjutkan kampanye antinarkoba walau dikritik sejumlah pihak, termasuk Sekjen PBB, Ban Ki-moon.
Dalam sebuah surat , kementerian Suriah mendesak DK PBB dan Sekjen PBB agar segera mengecam keras aksi-aksi teroris tersebut. DK PBB juga diserukan untuk mengambil langkah-langkah tegas terhadap negara-negara yang mendukung dan mendanai terorisme, khususnya Arab Saudi dan Turki.

Konflik yang melanda Suriah telah berlangsung selama lima tahun. Menurut laporan baru oleh lembaga riset Suriah, Syrian Center for Policy Research, konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 470 ribu orang dan melukai sekitar 1,9 juta orang. Konflik Suriah yang diawali dengan pertempuran-pertempuran antara para pemberontak Suriah melawan tentara rezim Presiden Bashar al-Assad, kini diperparah dengan berkuasanya kelompok radikal ISIS di sebagian wilayah Suriah.

sumber :bbc 
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Dreamteknopedia. Diberdayakan oleh Blogger.